www.sejarahcikampek2.com

Memuat...

Sabtu, 08 Oktober 2011

Persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


Kelas /Program/ Semester              :  XII/ IPS /1
Waktu                                         :  3 x 40 Menit
Standar Kompetensi                       :  1.Menganalisa perjuangan bangsa Indonesia sejak proklamasi hingga Orde Baru.

Kompetensi Dasar                          :  1.1. Menganalisa peristiwa sekitar proklamasi 17 agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia

Indikator:  1. Menjelaskan Peristiwa Proklamasi
                    2. Menguraikan cara Penyebarluasan berita proklamasi
                    3. Menyimpulkan Reaksi rakyat setelah proklamasi.
Pertemuan                                         :  1

I.Tujuan pembelajaran
Setelah proses pembelajaran diharapkan  siswa dapat :
Menjelaskan Peristiwa Proklamasi
Menguraikan Penyebarluasan berita proklamasi
Menyimpulkan Reaksi rakyat setelah proklamasi

II.  Materi Ajar

Apersepsi  1 :
Diketahui terdapat 32.000 tentara Indonesia dalam dinas KNIL (Koninklijk Nederlands-Indisch Leger). Total anggota KNIL adalah 42.000 tentara, dimana 10.000 merupakan org Eropa. Sisanya (75%) adalah org Indonesia, terdiri dari:
1. 13.000 suku Jawa
2. 2.000 suku Sunda
3. 5.000 suku Minahasa
4. 4.000 suku Ambon
5. 1.000 suku Timor
6. 7.000 suku lain2

Apersepsi  2 :




 Peristiwa Proklamasi


Pada awal masa penjajahan Jepang (1942-1945), pemerintah Jepang  tidak memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk "mengamankan" keberadaannya di Indonesia. Pada Gerakan 3A Jepang mengedepankan  Shimizu dan Mr. Syamsuddin yang tidak dikenal kaum politik Indonesia..
Namun gagalnya gerakan 3A memikat rakyat mendukung Jepang, membuat pemerintahan pendudukan Jepang memperhatikan dan sekaligus berusaha memanfaatkan tokoh tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta dan lain-lain dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI dan PPKI, tokoh tokoh seperti Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H Mas Mansyur dan lain lainnya disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang,antara lain dalam kasus romusha.
Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerjasama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri.
meski ada pula yang melakukan gerakan bawah tanah seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.
Soekarno diantara Pemimpin Dunia
Pada tahun 1943, Jepang mulai mengalami kekalahan dalam perang diPasifik. Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo berusaha mencari simpati rakyat Indonesia, dan dia mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri.
PM Koiso menjanjikan kemerdekaan kelak dikemudian hari kepada rakyat Indonesia, janji ini diucapkan untuk mencari dukungan kuat rakyat Indonesia dalam perang menghadapi sekutu.Pada bulan Agustus 1945, pimpinan PPKI, Soekarno, Hatta, Dr. Radjiman w diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri dan Jepang menyetujui pelaksanaannya tanggal 24 Agustus 1945.
Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, diantaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok Peristiwa Rengasdengklok.
Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI,Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi), Panitia Kecil yang terdiri dari sembilan orang/Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI, Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945; Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air Peta Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan moment tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan bulan turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. Dalam rapat PPKI, pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Sekaligus mengesahkan UUD 1945 sebagai UUD Negara Republik Indonesia.Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan oleh KNIP.Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah peristiwa Lapangan Ikada dimana 200.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap.
Kedudukan Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara (presidensiil/single executive). Selama revolusi kemerdekaan,sistem pemerintahan berubah menjadi semi-presidensiil/double executive. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. Hal itu terjadi karena adanya maklumat wakil presiden No X, dan maklumat pemerintah bulan November 1945 tentang partai politik. Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis.
Pada saat kedatangan Sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Sir Phillip Christison, Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Namun akibat provokasi yang dilancarkan pasukan NICA (Belanda) yang membonceng Sekutu. (dibawah Inggris) meledaklah Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan gugurnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby.
Karena banyak provokasi dan tidak amannya situasi di Jakarta pada waktu itu, Presiden Soekarno akhirnya memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Diikuti wakil presiden dan pejabat tinggi negara lainnya.

Meski sistem pemerintahan berubah, pada saat revolusi kemerdekaan, kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting, terutama dalam menghadapi Peristiwa Madiun 1948 serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda. Meskipun sudah ada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ketua Sjafruddin Prawiranegara, tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya, hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda.
 Penyebarluasan berita proklamasi
1.Melalui kantor berita Domei milik Jepang
2.Melalui Koran “Cahaya” di Bandung dan Koran “suara Asia” di Surabaya
3.Melalui utusan pemerintah yang dikirim kedaerah-daerah
4.Melalui Mesjid- mesjid

 Reaksi rakyat setelah proklamasi
1.Sujud syukur kepada Allah swt
2.Mengibarkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia raya
3.Melakukan pawai
4.Merebut kantor-kantor pemerintah
5.Merebut senjata dari pasukan Jepang
6.Mendirikan Badan Keamanan Rakyat

Jumat, 23 Juli 2010

Colonial Dutch-Indies (1938-39 in colour) [Part 4 of 4]

Colonial Dutch Army 1939

Colonial Dutch-Indies (1938-39 in colour) [Part 2 of 4]

The Fall of Java Island, March 1942 Dutch East Indies

Het jappenkamp

7 december divisie Nederlands Indie

Kleurenfilm Nederlands-Indie / Colour movie Dutch East Indies (1941)

7 december divisie Nederlands Indie

19 DESEMBER 1948

DN AIDIT Ketua CC-PKI

JEJAK BERDARAH KOMUNISME 2 4/4

JEJAK BERDARAH KOMUNISME 3 GELOMBANG TEROR 4/6

JEJAK BERDARAH KOMUNISME 3 GELOMBANG TEROR 5/6

JEJAK BERDARAH KOMUNISME 3 GELOMBANG TEROR 6/6

SEJARAH BERDARAH FASISME 1 2/5

DI BALIK TIRAI PERANG DUNIA 3/5

DI BALIK TIRAI PERANG DUNIA 2/5

DI BALIK TIRAI PERANG DUNIA 1/5

Soekarno Pidato di Depan Rakyat Jakarta

Proklamasi

Soekarno Pidato di Depan Rakyat Jakarta

OPERASI A Part 3

ganyang malaysia 1962-1966 indonesia malaysia confrontation

soekarno: negara tanpa konsepsi

Pidato Soekarno "Kemana Indonesia Melangkah" Okt 2009 - PowerPR

pesan bung karno kepada rakyat indonesia

detiktv - Bung Karno Bicara Supersemar.wmv

Pelantikan Soekarno sebagai Presiden

Jepang Masuk Indonesia

Human Evolution

Homo Erectus Trailer

Homo Sapiens, le documentaire 3/3

Homo Sapiens, le documentaire 2/3

Homo Sapiens, le film

homo habilis 2

MANUSIA PRIMITIF

An Archaeological Moment in Time

manusia purbha.flv

Birth of a baby orang-utan

Childbirth Stations of Presentation

Cesarean Birth (C-section) Delivery & Birth

Vaginal Childbirth (Birth) 3D Video Animation

The Miracle of Man's Creation 7

The Miracle of Man's Creation 5a

THE MIRACLE OF MAN'S CREATION -PART 5

The Miracle of Man's Creation - 4

The Miracle of Man's Creation - 3

THE MIRACLE OF HUMAN CREATION (part2)

The Miracle Of Human Creation part(1) must see

THE MIRACLE OF MAN'S CREATION [HarunYahya.com]

Selasa, 16 Februari 2010

JENIS JENIS SEJARAH

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari berbagai peristiwa yang sudah terjadi dimasa lalu yang menimbulkan perubahan besar di masyarakat.
Karena begitu banyak peristiwa sejarah yang terjadi maka agar lebih mudah difahami maka perstiwa sejarah dipilah – pilah keberbagai masalah sesuai masalahnya.
Jenis – Jenis sejarah ini diantaranya :
1.Sejarah local : sejarah local membahas peristiwa sejarah disuatu tempat ( daerah ) saja. Misalnya peristiwa pembantaian rakyat di Rawamerta oleh pasukan Belanda. Peristiwa ini hanya terjadi di Kabupaten Karawang dan dicatat didalam sejarah Kabupaten Karawang.
2.Sejarah Nasional : berbagai peristiwa sejarah yang terjadi diwilayah nasional suatu Negara. Contohnya peristiwa – peristiwa sejarah diberbagai daerah di Indonesia dari zaman proklamasi hingga sekarang.
3.Sejarah dunia : berbagai peristiwa sejarah dari berbagai belahan dunia yang berpengaruh pada perubahan dunia. Contoh peritiwa sejarah 18 september 2004 di AS, tetapi terjadi peristiwa lain pada tanggal yang sama dinegara lain.
Sejarah geografi adalah berbagai peristiwa sejarah yang berkaitan dengan perkembangan bumi. Contohnya sejarah terjadinya tsunami, sejarah gempa disuatu daerah.
4.Sejarah ekonomi : berbagai peristiwa sejarah yang berkaitan dengan peristiwa – peristiwa ekonomi yang menimbulkan perubahan – perubahan dibidang ekonomi sehingga berimbas pada perubahan lainnya.
5.Sejarah Ketatanegaraan : peristiwa terjadinya perubahan – perubahan ketatanegaraan dari waktu kewaktu yang mencapai perubahan ketatanegaraan keterbentuknya kini dan pengaruhnya keprubahan Negara dan masyarakat yang ada diwilayah hokum tempat terjadinya perubahan ketatanegaraan itu.
6.Sejarah social adalah peristiwa perubahan – perubahan social yang dialami suatu masyarakat. Contohnya perubahan dari budaya tradisional ke budaya colonial dan ke kebudaya merdeka.

Senin, 15 Februari 2010

MODUL PEMBELAJARAN SEJARAH
KELAS : XII IPS

Standar Kompetensi : Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak proklamasi hingga lahirnya Orde Baru

Kompetensi Dasar : Siswa mampu menganalisis peristiwa sekitar proklamasi 17 agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia.

Indikator : 1. Menjelaskan persiapan proklamasi
2. Mendeskripsikan peristiwa proklamasi
3. Menjelaskan cara penyebarluasan berita proklamasi
4. Menyebutkan reaksi rakyat setelah mendengar proklamasi

Petunjuk penggunaan modul :
1. Baca seluruh teks materi dengan penunjuk jari tangan
2. Gari bawahi nama tokoh, nama tempat, nama peristiwa atau konsep – konsep
3. Buat peta hubungan antar konsep , antar peristiwa, antar tokoh.
4. Susunlah kesimpulan dasarnya dengan logika yang benar !

PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI
A. Sebelum Proklamasi
PM Jepang Koiso menjanjikan kemerdekaan kelak dikemudian hari kepada rakyat Indonesia. Janji ini ditindak lanjuti Soekarno – Hatta dengan meminta bukti nyata kepada pimpinan Jepang di Jakarta. Pihak Jepang mengijinkan dibentuknya BPUPKI yang bertugas untuk :
1. Menyusun falsafah Negara
2. Menyusun UUD
3. Menyusun system ekonomi untuk Indonesia merdeka
4. Menyusun system pertahanan untuk Indonesia bila merdeka
BPUPKI diganti PPKI, karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya, yaitu Pancasila, UUD 1945; system ekonomi Kooperasi, dan system pertahanan rakyat semesta.
Tugas PPKI yang diketuai Soekarno dan wakilnya Hatta adalah melaporkan hasil kerja BPUPKI ke pimpinan militer Jepang Marsekal Terauchi di Dalat Vietnam, Pembubaran BPUPKI ; pendirian PPKI serta melobi pihak Jepang untuk merealisasikan janjinya memberi kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.
Tanggal 15 agustus 1945 jam 12.00 wib Soekarno didatangi Wikana dan Chaerul Saleh yang mendesak Soekarno – Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, namun ditolak karena Soekrno sudah janji kepimpinan Jepang tanggal 24 agustus 1945, sebagai ketua PPKI , ia harus rapat dulu dengan anggota PPKI lain, ia juga memikirkan tentara jepang dipulau Jawa masih utuh dan kuat dan khawatir banyak rakyat yang tewas bila terjadi konflik terbuka.
B. Penolakan Soekarno - Hatta membuat para pemuda yang kumpul di Menteng 31 msepakat membawa Soekarno ke Rengas dengklok, agar tidak dipengaruhi Jepang.
Namun, bias dilepaskan oleh Mr. Ahmad Soebardjo yang kemudian membawa Soekarno – Hatta ke rumah Laksamana Maeda dan menyusun teks proklamasi dibantu Mr. Ahmad Subardjo. Teks dtulisan tangan diganti dengan tulisan mesin tik oleh Sayuti Melik dan hadirin setuju dengan usulan Sukarni agar ditulis atas nama bangsa Indonesia Soekarno – Hatta. Susunan upcara dimulai oleh pidato wakil Wali kota Jakarta Soewirjo yang berupaya menyipkan persiapan upcara. Pidato pembacaan teks proklamasi, diiring lagu Indonesia raya dan pengibaran bendera merah putih, ditutup piadto singkat Soekarno agar berita proklamasi disebarluaskan oleh hadirin.

Penyebar luasan berita Proklamasi
1. melalui kantor beita Domei
2. Melalui Koran Cahaya di Bandung dan “ suara Asia “ di Surabaya
3. Melalui utusan pemerintah keberbagai daerah
4. Melalui mesdij – Mesjid

Reaksi rakyat
1. Sujud syukur
2. pengibaran bendera merah putih
3. Pawai keliling dengan salam Merdeka
4. Merebut kantor pemerintah dan senjata dari tangan Jepang
5. Terjadinya peristiwa 3 daerah

Soal tes :
Perserikatan Bangsa-Bangsa.
United Nations
联合国
Nations Unies
Объединённые Нации
امم متحدة
Naciones Unidas
Perserikatan Bangsa-Bangsa

(Bendera PBB)


Bahasa resmi
Inggris, Mandarin, Perancis, Rusia, Arab, Spanyol

Sekretaris-Jendral
Ban Ki-moon (sejak 2006)

Didirikan 24 Oktober 1945

Jumlah anggota
192
Markas
New York City, NY, AS

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau disingkat PBB (bahasa Inggris: United Nations atau disingkat UN) adalah sebuah organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, pengamanan internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial.
Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Francisco pada 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington, DC, namun Sidang Umum yang pertama - dihadiri wakil dari 51 negara - baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (di Church House, London). Dari 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-Bangsa, yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB.
Sejak didirikan di San Francisco pada 24 Oktober 1945 sedikitnya 192 negara menjadi anggota PBB. Semua negara yang tergabung dalam wadah PBB menyatakan independensinya masing-masing, selain Vatikan dan Takhta Suci serta Republik Cina (Taiwan) yang tergabung dalam wilayah Cina pada 1971.
Hingga tahun 2007 sudah ada 192 negara anggota PBB. Sekretaris Jenderal PBB saat ini adalah Ban Ki-moon asal Korea Selatan yang menjabat sejak 1 Januari 2007.

SISTEM PBB
PBB memiliki enam organ utama:
Majelis Umum PBB
Dewan Keamanan PBB
Dewan Ekonomi dan Sosial PBB
Dewan Perwalian PBB
Sekretariat PBB
Mahkamah Internasional
Asas PBB
Asas Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai berikut.
1. Persamaan derajat dan kedaulatan semua negara anggota.
2. Persamaan hak dan kewajiban semua negara anggota.
3. Penyelesaian sengketa dengan cara damai.
4. Setiap anggota akan memberikan bantuan kepada PBB sesuai ketentuan Piagam PBB.
5. PBB tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri negara anggota.
Tujuan PBB
Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai berikut.
1. Memelihara perdamaian dan keamanan dunia.
2. Mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa berdasarkan asas-asas persamaan derajat, hak menentukan nasib sendiri, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
3. Mengembangkan kerjasama internasional dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan.
4. Menyelesaikan perselisihan dengan cara damai dan mencegah timbulnya peperangan.
5. Memajukan dan menghargai hak asasi manusia serta kebebasan atau kemerdekaan fundamental tanpa membedakan warna, kulit, jenis kelamin, bahasa, dan agama.
6. Menjadikan pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai kerja sama yang harmonis untuk mencapai tujuan PBB.
7. Membangun hubungan damai dan kerja sama antara negara-negara di dunia;
8. Bekerja sama dengan negara-negara anggotanya dalam pemecahan masalah-masalah internasional, dan
9. Mendorong penghormatan hak asasi manusia.

1. Akan menerapkan sikap toleransi dan hidup bersama-sama dan menjaga keamanan satu sama lain sebagai negeri-negeri bertetangga secara baik.
2. Akan menyatukan kekuatan kami untuk memelihara keamanan dan keselamatan antar bangsa.
3. Akan memastikan bahwa kekuatan senjata tidak akan digunakan, kecuali untuk kepentingan umum setelah melalui tahapan-tahapan pendekatan.
Akan menggunakan potensi antar bangsa bagi membangun kemajuan ekonomi dan sosial untuk semua manusia.
Meskipun anggota Majelis Umum adalah seluruh negara yang terdaftar, namun badan ini tidak memiliki kekuatan apapun untuk menetapkan resolusi dan tindakan nyata tanpa persetujuan 5 Anggota Tetap Dewan Keamanan. Karena Dewan Keamanan yang beranggotakan Cina, Rusia, Amerika, Inggris, dan Prancis memiliki Hak Veto untuk mengeliminasi keputusan Majelis Umum yang tidak sesuai selera mereka. Intinya Dewan Keamanan adalah kekuatan pokok dan pengendali bagi keputusan dan tindakan PBB.