loading...

Monday, February 27, 2017

Sejarah Indonesia : Kerajaan Majapahit

Learning Indonesian history for all people
KerajaanMajapahit didirikan oleh Raden Wijaya yang merupakan keturunan Ken Arok – Ken Dedes.  Raden Wijaya memberikan pondasi kuat dalam system pemerintahan dan politik serta hokum kepenursnya.  Walau sempat digoyang beberapa pemberontakan, Majapahit tetap bertahan dan bahkan berkembang menjadi kerajaan besar.Majapahit merupakan kerajaan terbesar , paling jaya. Wilayahnya paling luas, yang banyak memberi inspirasi dan membentuk karakter ke Indonesiaan melalui konsep Bhineka Tunggal Ika, walau berbeda-beda tetapi tetap satu bangsa. Sebuah konsep yang sangat cocok untuk Negara modern.
Majapahit beribukota di Trowulan.  Awalnya se buah kampong di dekat Delta sungai Brantas.  Majapahit didirikan oleh R. Wijaya ayahnya seorang Pangeran dari Kerajaan Sunda di Bogor, sementara ibunya cucu Mahisa Campaka atau anak Mahisa Wongateleng,  Mahisa Campaka adalah anak dari Ken Arok – Ken Dedes.  Fakta ini menunjukkan kekuasaan jatuh ke keturunan Ken Arok Ken Dedes, bukan Ken Dedes – Tunggul Ametung atau Ken Arok – Ken Umang.
Secara politik, ia pendukung politik mertuanya, menguasai Nusantara dan secara politik pula ia musuh dari Raja Kediri , Jayakatwang, yang membunuh mertuanya, Kertanegara dan musuh keluarga buyutnya, Ken Arok.  Karena Jayakatwang keturunan atau masuk keluarga Kertajaya.
Kekuasaan menghinggapinya, ketika pasukan Mongol dating ke tanah Jawa untuk menghukum Kertanegara ( Mertuanya ), tetapi karena tentara Mongol tidak tahu, Kertanegara telah tewas dan yang berkuasa lawan politiknya, Jayakatwang, maka, R. Wijaya memanfaatkan kekuatan tentara Mongol untuk menghancurkan lawan politiknya, Jayakatwang, Raja Kediri.  Jayakatwang tewas ditangan pasukan Mongol.  Lawan politiknya telah hancur bersama kerajaannya.  Maka, setelah berhasil iapun berbalik menyerang pasukan Mongol dan mengusir pasukan Mongol dari Tanah Jawa. Dan ketika semua lawan politiknya telah tiada, maka, iapun memaklumkan berdirinya kerajaan Majapahit tahun 1293 dengan wilayah Kediri, Singosari, dan Madura.

Setelah berkuasa menjadi Raja Majapahit, ia bukan hanya memberi perhargaan tinggi kepada orang-orang yang berjasa kepadanya, tetapi, membangun ekonomi rakyatnya.  Ia memajukan sector pertanian dan juga memajukan perdagangan.  Ia juga memperkuat angkatan perang Majapahit serta melakukan konsolidasi politik untuk membuat Majapahit menjadi kerajaan yang makmur dan tentram.

Sumber sejarah Majapahit adalah :
1.        Prasasti Gunung butak
2.        Prasasti Kudadu
3.        Prasasti Gajahmada
4.        Kitab Negarakertagama
5.        Kitab Pararaton
6.        Kitab Sutasoma
7.        Kitab Kidung Sundayana
8.        Berita Tome pires
9.        Berita-berita dari China

Raja yang membuat Majapahit menjadi kerajaan besar ini  Hayam Wuruk yang memerintah sejak usia 16 tahun.  Hayam wuruk muda, cerdas dan berambisi besar menguasai kepulauan nusantara dan menguasai perdagangan nusantara. 
Sepeninggal, R. Wijaya, Majapahit menghadapi goncangan politik yang parah.  Keadaan ini terjadi karena anaknya, Jayanegara, disamping masih muda, belum berpengalaman, sakit-sakitan dan kurang control terhadap situasi politik yang terjadi, sehingga, banyak terjadi konspirasi politik dikalangan elit Majapahit yang membuat mereka saling curiga dan saling berebut kursi kekuasaan dan akhirnya menimbulkan pemberontakan. 
Pemberontakan pertama dilakukan Ranggalawe yang dimasa R. Wijaya, orang yang sangat membantu mendirikan kerajaan Majapahit.  Pemberontakan kedua dilakukan Lembu Sora, ketiga dilakukan oleh Gajah Demung dan yang paling berbahaya adalah pemberontakan Rakuti. 
Namun, kecerdasan pengawal pribadinya, Gajah Mada, membuat pemberontakan dapat dipadamkan.  Tetapi, nyawa Jayanegara tetap tak terselamatkan setelah dibunuh oleh Tabib Kerajaan, Panca, yang akhirnya berhasil dibunuh oleh Gajahmada.
Tewasnya Jayanegara, membuat kekuasaan jatuh keanak dari istri keempat R. Wijaya , Gayatri, sekaligus anak bibinya, Tribuwana Tunggadewi.  Namun karena Gayatri meninggal dunia, Tribuwana Tungga Dewi mengundurkan diri dari posisi Ratu Majapahit dan digantikan anaknya yang baru berusia 16 tahun Hayam Wuruk.
Ia didampingi Patih Gajah Mada, yang berusia dewasa, berfikir dewasa, berpengalaman menangani krisis,  pemberani, ahli politik yang memiliki visi dan  ambisi besar menguasai nusantara , bahkan ia bersumpah tak akan makan rempah-rempah sebelum menyatukan nusantara, melalui sumpah palapanya .
KerajaanMajapahit dibawah dua orang yang memiliki visi , ambisi besar dan keberanian besar cepat tumbuh menjadi kerajaan besar.  Dengan pasukan kuat, terlatih , sangat disiplin dan berjumlah besar didarat maupun dilaut maka satu persatu pulau dan kerajaan-kerajaan di Nusantara jatuh kedalam kekuasaan Kerajaan Majapahit.  Pulau Bali dikuasai tahun 1334,  Sriwijaya saingan utama ditaklukan 1337, Singapore dan Dempo dikuasai tanpa perlawanan, kemudian wilayah Melayu hingga ke Perlak Aceh dikuasai. Dari nusantara tenggara, Maluku, Sulawesi hingga papua dikuasai . Seluruh Jawa hampir dikuasai, hanya wilayah Pasundan, Jawa barat yang tak dikuasai.
Upaya penaklukan Kerajaan Sunda secara militer dilakukan dua kali tetapi selalu gagal.  Entah karena pasukan yang dikirim kurang kuat, atau karena, secara historis, ada darah Pasundan dalam darah Hayam Wuruk, karena ia sendiri keturunan R. Wijaya dan R. Wijaya ayahnya seorang pangeran dari kerajaan Sunda. Karena itu, gagal secara militer, maka Gajah Mada menggunakan taktik diplomasi.
Hayam Wuruk adalah Raja besar berusia muda tetapi belum memiliki istri.  Sementara, Raja Pajajaran dari Kerajaan Sunda memiliki putri yang cantik, karena itu, kalau disandingkan akan menjadi suami istri yang hebat.  Disisi lain, menguasai putrinya berarti tahta kerajaan Pajajaran tinggal menunggu waktu untuk dikuasai Majapahit.  Karena itu, Majapahit mengirim utusan untuk melamar putri Dyah Pitaloka anak Raja Pajajaran Sri Baduga .  Lamaran diterima.  Pernikahan disepakati dilakukan diistana Majapahit.
Namun, ketika rombongan pengantin dating ditanah bubat, mereka menunggu dijemput Raja Hayam wuruk. Yang dating ke lapangan bubat bukan rombongan penerima pengantin melainkan pasukan bersenjata lengkap dibawah pimpinan Gajah Mada, yang meminta agar putrid Dyah Pitaloka diserahkan sebagai tanda tunduknya Kerajaan Pajajaran kepada Majapahit.  Raja Pajajaran Sri Baduga menolak karena diluar dari kesepakatan pembicaraan, mereka bersepakat tentang perkawinan bukan harus menyerah kalah dan tunduk kepada Majapahit.  Ketidaksepakatan ini membuat kedua pihak emosi tinggi sehingga terjadilah pertempuran yang tidak seimbang. Seluruh rombongan pengantin Pajajaran, termasuk Raja Sri Baduga tewas, bahkan putri cantik Dyah Pitaloka bunuh diri menjaga kehormatan Kerajaan Pajajaran.
Peristiwa bubat ini menandai hubungan buruk Hayam Wuruk dengan Gajah Mada.  Hayam Wuruk tidak setuju dengan cara yang ditempuh Gajah Mada, walau untuk kebesaran Majapahit. Karena yang dihadapi dan dihabisi Gajah Mada adalah rombongan pengantin, bukan pasukan yang disiapkan untuk perang.  Disisi lain, tampaknya Hayam Wuruk merasa rombongan dari Pajajaran adalah kerabat jauhnya.  Dan tentu saja ia kecewa karena gagal mengawini gadis cantik yang sebelumnya menjadi pembicaraan hangat diistana Majapahit.
Hubungan buruk dengan Hayam Wuruk membuat Gajah Mada mundur pelan-pelan dari kekuasaannya hingga ia meninggal tahun 1364.  Gajah Mada digantikan Gajah Mungkuri sebagai pelaksana pemerintahan. Hayam Wuruk sendiri wafat tahun 1389.

Thursday, January 12, 2017

Strategi Indonesia Melawan Agresi Militer Belanda

Learning Indonesian history for all people
Pasca menyerahnya Jepang kepada pihak sekutu, Belanda ingin menjajah kembali Indonesia, menjajah 100 % wilayah yang pernah dikuasainya.  Beberapa langkah strategis dilakukan Belanda untuk  mencapai tujuan politiknya dan menggagalkan berdirinya Negara Republik Indonesia yang dinyatakan pada tanggal 17 agustus 1945 dengan wilayah semua kepulauan yang pernah dijajah Belanda sejak 1602 hingga terusir dari bumi nusantara.
Strategi pemerintah colonial belanda diantaranya :
1.      Mengirim pasukan NICA melalui pasukan AFNEI yang berasal dari Inggris yang ditugaskan sekutu untuk membebaskan kaum interniran (tawanan Eropa) dan memulangkan tentara Jepang kenegaranya.
2.      Mendirikan pemerintahan di Indonesia dengan berupaya merekrut kaum feudal Indonesia yang telah sejak lama setia pada pemerintahan colonial Belanda serta membangun aliansi strategis dengan PKI untuk menyingkirkan kekuatan politik kaum republic Indonesia yang mengusung Negara Kesatuan Republik Indonesia .
3.      Merebut kantor – kantor pemerintahan, pasar, pusat-pusat industry dan ekonomi , perkebunan, serta berbagai bangunan strategis melalui pasukan NICA dengan para milisi pribumi serta milisi Poh An Ti dari kalangan masyarakat China.
4.      Mengendalikan keuangan diwilayah Indonesia melalui Bank sentralnya yaitu De Javasche Bank.  Dengan pengaturan keuangan diharapkan para pendukung Negara Republik Indonesia mengalami kesulitan ekonomi.
5.      Menghancurkan kekuatan militer rakyat yaitu lascar-laskar yang dibentuk oleh partai-partai politik dan pasukan resmi pemerintah Indonesia yaitu TKR yang kemudian berganti nama menjadi TRI.
6.      Melakukan diplomasi diberbagai forum internasional dengan prinsip wilayah Indonesia adalah wilayah Belanda yang ada di Timur jauh, masalah Indonesia  adalah masalah dalam negeri Belanda.  Diplomasi ini dilakukan untuk membendung gencarnya diplomasi Indonesia dinegara-negara Arab Islam dan Negara-negara Asia Selatan.
7.      Menggunakan kekuatan diplomasi dan kekuatan militernya yang modern untuk menghabisi eksistensi perlawanan pemerintah dan rakyat Indonesia dan menghapuskan pemerintahan Republik Indonesia dari wilayah nusantara yaitu melalui pembentukan Uni Indonesia Belanda, Republik Indonesia Serikat dengan Ratu Belanda sebagai kepala Negaranya. Menangkap dan memenjarakan para tokoh kemerdekaan Indonesia.
8.      Memecah belah bangsa Indonesia dengan membentuk Negara-negara boneka diberbagai wilayah Indonesia seperti pembentukan Negara boneka Negara Sumatera, Negara Sumatera Timur, Negara Borneo, Negara Pasundan , Negara Jawa Tengah, Negara Jawa Timur dan Negara Indonesia Timur, dibarengi dengan pembentukan tentara milisi pribumi yang dibayar oleh pemerintah colonial Belanda.  Di area perkebunan membentuk pasukan Poh an ti, yaitu milisi yang terdiri dari orang-orang tionghoa.
9.      Mendorong PKI melakukan kekacauan dan pemberontakan didalam wilayah Republik Indonesia dan memberi perlindungan politik  terhadap para tokohnya . Sehingga terjadilah Pemberontakan PKI di Madiun pada bulan September 1948, disaat semua kekuatan Republik Indonesia ditempatkan digaris batas Van Mook untuk menghadang agresi militer Belanda.

Dengan strategi Belanda yang  demikian maka bangsa Indonesia menempuh perlawanan dengan cara menyiapkan pemerintahan yang kuat.  Pemerintahan Negara Republik Indonesia dibentuk melalui Sidang-sidang PPKI tanggal 18, 19 ,22  agustus 1945, seperti pengangkatan Ir Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia dan Mohammad Hatta sebagai wakil Presiden, mengesahkan UUD 145 sebagai konstitusi Negara Repblik Indonesia, KNIP sebagai parlemen darurat yang membantu tugas Presiden dan wakil Presiden merupakan upaya pembentukan pemerintahan Negara Republik Indonesia.
Pembentukan BKR dan lascar-laskar rakyat yang umumnya eks pasukan Peta, Heiho, Giyugun, Seinendan  merupakan bentuk pelembagaan militer kekuatan rakyat dan pemerintah Indonesia yang sudah dipersiapan yang sejak zaman Jepang  oleh para ulama dan tokoh pergerakan nasional.
BKR berperan dalam pendudukan berbagai kantor pemerintahan , pusat-pusat industry, perkebunan, dan tempat – tempat strategis, dan mendorong pemerintahan Republik Indonesia mengakar sampai kedaerah-daerah pedesaan sekaligus menghalangi pembentukan pemerintahan colonial Belanda.
Ketika kekuatan militer pemerintah colonial Belanda makin kuat dan tak terbendung, maka perang gerilya menjadi opsi yang dipilih karena paling efektif dan membuat perang jangka panjang yang membuat energy Belanda terkuras.  Strategi perang gerilya ini dirancang Jendral Sudirman sesuai perimbangan kekuatan dan memecah kekuatan pemerintah colonial Belanda dan membuat Belanda sulit mengetahui kekuatan militer bangsa Indonesia.
Disisi lain, pemerintah Republik Indonesia mengerahkan para diplomat Indonesia, masyarakat-masyarakat Indonesia, khususnya para pelajar dan mahasiswa Islam didaerah Timur Tengah atau yang berada diluar negeri untuk membangun komunikasi politik dengan para elit local di negara tempat mereka tinggal untuk  meminta dukungan politik bagi perjuangan politik bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan meminta Negara-negara tersebut untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.
Strategi pemerintah dan rakyat Indonesia ( terutama di Timur Tengah ) untuk memecah dan memblokade klaim pemerintah colonial Belanda bahwa masalah Indonesia adalah masalah dalam negeri Belanda , tetapi, masalah Indonesia adalah masalah bangsa yang sedang berjuang meraih kemerdekaannya dari penjajahan dan penindasan pemerintah colonial Belanda.
Diplomasi cerdas dari Sutan Sjahrir, Mohammad Hatta, Muhammad Roem memperkuat kekuatan politik Indonesia diberbagai forum diplomasi Internasional dan membuat Belanda terdesak untuk mau tak mau mengakui eksistensi kemerdekaan Negara dan Bangsa Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949.

Sumber Pustaka :
1.      Deliar Noer.  Partai Islam dipentas Nasional 1945-1965. Jakarta: Grafiti Pers, 1987
2.      Ahmad Mansyur Suryanegara.  Api Sejarah 2.  Bandung: Salamadani Pustaka Semesta, 2010.

3.      Wilopo, S.H.  Zaman Pemerintahan Partai – Partai dan kelemahan-kelemahannya. Jakarta : yayasan Idayu, 1978

Thursday, December 1, 2016

Jakarta Tuntut Keadilan

Learning Indonesian history for all people
Hari ini tanggal 2 Desember 2016 kota Jakarta dipadati jutaan ummat Islam Indonesia, mereka dikonsentrasikan disekitar lapangan Monas, dekat Mesjid terbesar di Asia Tenggara, juga dekat dengan Istana Negara, untuk menuntut keadilan hukum terhadap Gubernur Jakarta, Basuki Cahya Purnama yang lebih dikenal Ahok karena telah menista  Al Qur'an, surat Al Baqarah  ayat 51.
Disamping itu, mereka menginginkan agar proses pengadilan terhadap Ahok berlangsung terbuka dan tidak diintervensi oleh pihak pendukungnya.  Massa aksi juga menunutut agar Ahok ditahan dan dipenjarakan seperti kasus-kasus penistaan agama lainnya.

Massa aksi berdatangan dari berbagai pelosok Indonesia.  Mereka tersinggung dengan ucapan Ahok terhadap Al Qur'an, yang dianggap menistakan agama Islam.  Walau Ahok menyatakan meminta maaf, tetapi massa menuntut hukum harus adil terhadap siapapun, dengan jabatan apapun, atau dari agama, suku atau Ras apapun.
Sumber : 
1. Republika.co.id

Friday, November 25, 2016

Peran Ulama dalam membangun NKRI

Learning Indonesian history for all people
Tidak ada kekuatan besar di Indonesia yang mampu mengalahkan peran ulama dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Hanya para ulama yang sejak awal Islam masuk ke Indonesia yang membangun kekuatan politik yang menyatukan semua kekuatan politik local dari berbagai kepulauan Indonesia yang dalam perkembangan sejarahnya menjadi kekuatan pendiri  dan pelindung Republik Indonesia.
Para ulama di berbagai tempat di Nusantara menjadi kekuatan penopang kekuatan politik para raja local. Berdirinya kerajaan Samudra Pasai, Perlak, Aceh, Demak, Banten dan Cirebon yang didukung Sunan Gunung Jati, Pajang, Mataram, Goa Tallo, Banjar, Ternate dan Tidore tak lepas dari peran ulama. 
Diawal pendirian, para Ulama dengan para santrinya berada digaris depan dalam membangun kekuasaan politik para raja local.  Ketika kekuasaan  telah kokoh, para ulama kembali ke Pesantren dan Mesjid mereka untuk membangun kekuatan rohani, fisik, dan ilmu ummat yang dibimbingnya, seraya menyiapkan generasi muda Islam yang lebih kuat, lebih cerdas dan lebih rahmatan alamin.
Ketika kerajaan mengalami keruntuhan para ulama tetap membangun pondasi iman, ilmu , kepemimpinan, kesholehan para santri dan ummat.  Raja dan kerajaan oleh runtuh, tetapi ummat tetap bertahan dan dipersiapkan untuk menghadapi perubahan-perubahan kedepan.
Ketika kekuasaan colonial Kristen Protestan Belanda, kekuasaan colonial Kristen Katholik Perancis, kekuasaan Kristen Protestan Anglikan dengan dukungan Paus Alexander VI , dengan rakus menguasai dan mengeksploitasi kekayaan alam nusantara dan sumberdaya manusia pribumi Indonesia, para ulama tetap menyiapkan pondasi generasi Islami dan membangun perlawanan ideologis, kultural dan politik terhadap kekuasaan kaum colonial Eropa.
Perang – perang besar seperti Perang melawan Portugis yang dilakukan Kesultanan Ternate, Perang Sultan Hasanudin di Makassar, Perang Jawa yang dipimpin Diponegoro, Perang Sabil Imam Bonjol, Perang Sabil Aceh memperlihatkan peran ulama dan santrinya yang sangat besar dalam membangun kekuasaan politik kaum pribumi Indonesia terhadap kekuatan perusak asing.
Dimasa penjajahan imperalis Asia, Jepang, para ulama tetap memainkan peran penting sebagai penentang penjajahan Jepang, pelindung ummat dari cara berfikir kaum Shinto, kaum komunis, kaum sosialis, kaum nasionalis sekuler yang diam-diam bahkan secara terang-terangan bersekutu dengan kekuasaan tentara pendudukan Jepang, tanpa ada bukti mereka terlibat perang dengan tentara Jepang.
Kalimat dalam UUD 1945, “ negara Berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa” tak lepas dari peran Ulama. Kata “ KeTuhanan Yang Maha Esa “ dalam piagam Jakarta, tak lepas dari peran para ulama, yaitu Kyai Haji Hasyim Asy’ari ( NU), KiBagus Hadikusumo( Muhammadiyah), Mr. Kasman Singodimedjo, Mohammad Teuku Hasan ( Aceh) dalam membangun ideology bangsa yang berlandaskan prinsip Tauhid dalam Islam.
Bahasa Indonesia yang dijadikan bahasa Nasional Bangsa Indonesia yang awalnya bahasa melayu pasar, juga dibangun oleh para ulama sebagai bahasa pergaulan dipasar-pasar, pengajian dan pesantren bahkan bahasa politik di istana kerajaan.
Muhammad Natsir dari partai Masyumi berperan besar dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, melalui mosi integralnya dan meruntuhkan system politik yang memecah belah bangsa Indonesia , Republik Indonesia Serikat, yang diarsiteki Kolonialis Belanda, Van Mook.
Peran berbeda dilakukan Amir Sjarifudin ( Kristen) yang komunis, yang membuat wilayah Republik Indonesia makin sempit hanya DI Yogyakarta, Jawa Tengah bagian Selatan dan Jawa Timur bagian selatan.
Peran menghancurkan NKRI lebih parah dilakukan oleh PKI Munawar Muso pada bulan September 1948, dengan memprokalamirkan berdirinya Sovyet Indonesia ,ketika semua kekuatan NKRI berjuang mempertahankan kemerdekaan dari upaya agresi militer tentara NICA Belanda.
Demikian juga peristiwa perebutan kekuasaan yang didalangi PKI pada tanggal 30 bulan September tahun 1965, lagi-lagi berupaya mendirikan Negara komunis yang secara ideologis atheistic dan hasil pemikiran yang isinya penuh kedengkian dan hasutan dari Karl Mark yang keturunan Yahudi.
Karena itu sangat naïf bila ada kekuatan politik yang tak peduli dengan nasehat ulama, sementara mereka tak memiliki peran panjang dan besar dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia ditanah Nusantara.

Sumber Pustaka :
1.    Ahmad Mansyur Suryanegara. Api Sejarah. Bandung: Salamadani Pustaka Semesta, 2010, cet ke IV.
2.      Sajed Alwi b Thahir Al Hadad.  Sejarah perkembangan Islam di Timur Jauh.  Kerajaan Johor, Malaya. Di Indonesia diterbitkan oleh Almaktab Addaimi tahun 1957
3.      Ahmad Mansyur Suryanegara. Api Sejarah 2.  Bandung: Salamadani Pustaka Semesta, 2010.
4.      Deliar Noer.  Partai Islam dipentas Nasional 1945-1965. Jakarta: Grafiti Pers, 1987
5.      Wilopo, S.H.  Zaman Pemerintahan Partai – Partai dan kelemahan-kelemahannya. Jakarta : yayasan Idayu, 1978
6.      Karl Marx dan Frederich engels.  Manifesto of the communist Party ( 1848) , diterjemahkan oleh DN Aidit, MH Lukman, P Pardede, Nyoto.  Yogyakarta : Cakrawangsa, 2014. 
7.      Audrey R Kahin.  Pergolakan Daerah pada awal kemerdekaan. Jakarta: Grafiti Pers, 1989.

8.      Salman Iskandar. 55 Tokoh Muslim Indonesia paling berpengaruh. Solo: Tinta Medina, 2011.

Sunday, October 30, 2016

Surat Al Maidah ayat 51

Learning Indonesian history for all people
“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali(mu);sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain>  Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
Ayat diatas adalah terjemahan  Al Qur’an dari surat Al Maidah ayat 51.  Ayat ini menjadi terkenal dan menjadi blunder politik panas akibat ucapan Gubernur Jakarta, Basuki Cahya Purnama yang biasa dipanggil Ahok, karena ucapannya “ jangan mau dibodoh-bodohi al Maidah ayat 51”, oleh sebagian ummat Islam dianggap menghina Al Qur’an dan menghina ummat Islam.  Dan karena ucapannya itu , Ahokpun meminta maaf kepada ummat Islam.
Alqur’an memang bukan kitab suci yang hanya berisi ritual doa, Alquran berisi berbagai ragam keilmuan yang dibutuhkan untuk kehidupan manusia sejak Alqur’an diturunkan hingga keperadaban manusia paling akhir, termasuk mengajarkan ilmu politik, khususnya aspek leadership bagi ummat Islam.
Dalam perspektif filsafat sejarah, Alqur’an, dalam surat Al Waaqiah ( Hari Kiamat) manusia dibagi menjadi golongan kanan dan golongan kiri, ayat 8 berbunyi :
“ Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.”
Ayat 9 berbunyi :
“Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu”
Dalam surat Al Baqarah, manusia dibagi kedalam 3 golongan, yaitu golongan mu’min ( kanan ), golongan kiri dan golongan munafik. Golongan mu’min dijelaskan pada Surat Al Baqarah ayat 2, yang terjemahannya berbunyi :
Kitab AlQur’an ini tidak ada keraguan kepadanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa “,
Dan ayat 3 surat Al Baqarah, “ (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki, yang kami anugrahkan kepada mereka.”
dan ayat 4 surat Al Baqarah, dinyatakan :
“  dan mereka yang beriman kepada Kitab ( Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kepada kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.”
Sementara yang dimaksud dengan golongan kafir dinyatakan dalam Alqur’an surat Al Baqarah ayat 6, yang terjemahannya berbunyi :
“ Sesungguhnya orang-orang Kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman”.
Tentang golongan munafik, AlQur’an menjelaskan melalui surat Al Baqarah ayat 8, yang terjemahannya berbunyi :
“Diantara manusia ada yang mengatakan: “ Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.”
Dalam konteks kepemimpinan, dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad saw tidak pernah memilih Kaisar Romawi sebagai pemimpin ummat Islam, juga tidak pernah memilih Kaisar Persia sebagai pemimpin ummat Islam, tetapi, Nabi Muhammad saw menyurati mereka untuk masuk Islam, beriman kepada Allah swt dan Rasulnya.  Apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw diikuti oleh para Khalifah penggantinya.
Para elit Islam masa lalu, memilih pemimpin berdasarkan keislaman dan keimanan, kedewasaan berfikir dan kedewasaan qolbu, serta lebih memperhatikan masa depan ummat Islam selama mereka hidup dunia maupun diakherat nanti, setelah mereka kembali menghadap Sang Maha Pencipta, dialam ruh.
Pemimpin didalam Islam harus membawa warganya ke jalan lurus Allah swt, harus membawa dan mendorong kesholehan pribadi dan social dari warganya , bukan sekedar deretan pembangunan fisik, tetapi rusak secara social dan akidah serta ideologis.
Pemimpin didalam Islam harus menjadi contoh sebagai manusia terbaik disisi Allah swt, dalam hal ketaqwaan melalui ketaatannya terhadap perintah Allah swt baik siang maupun malam, bukan pemimpin yang popular dimedia massa atau media social.
Pemimpin didalam Islam harus mampu menjunjung tinggi pelaksanaan nilai dan norma Islam dan menerapkannya secara benar didalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, bukan sekedar memakai baju muslim dan menjual ayat-ayat Alqur’an untuk melanggengkan kekuasaan politiknya yang tidak berdasarkan system nilai dan norma Al Qur’an.
Para khalifah seperti Abu Baqar, Umar binKhattab, Usman bin Affan dan Ali Bin Tholib merupakan rujukan sejarah yang paling benar, paling ideal sebagai figure pemimpin ummat Islam yang harusnya menjadi pola berfikir ummat Islam Indonesia dalam memilih pemimpin.  Setia pada Alqur’an dan Rasul Allah swt, Muhammad Saw.

Sumber :

1.    Alqur’an dan terjemahannya. Jakarta : Departemen Agama RI, 1983

2. http://myhistoryofleadership.blogspot.co.id/
3. http://sejarahduchie.blogspot.co.id/

Tuesday, October 25, 2016

Peninggalan dan nilai-nilai warisan nenek moyang bangsa Indonesia

Learning Indonesian history for all people
Nenek moyang bangsa Indonesia telah memulai peradabannya sejak zaman purba. Mereka memiliki pengalaman menghadapi berbagai tantangan alam dan tantangan masalah-masalah social baik didalam kelompoknya maupun dengan diluar kelompoknya. 
Hingga berakhirnya masa pra aksara ( sebelum masuknya agama Hindu Budha masuk ) bangsa Indonesia telah memiliki keahlian, yaitu : 
1. Berlayar dengan perahu bercadik dalam menyeberangi lautan. Perahu diberi tambahan kiri dan kanan dengan bamboo atau kayu yang kuat dengan fungsi memecahkan ombak sekaligus menjadi alat keamanan bila terjadi kecelakaan. 
2. Bersawah. Dalam memproduksi makanan dari padi, manusia Indonesia telah mengenal pengelolaan tanam padi dengan bersawah. 
3. Mengenal astronomi. Pengetahuan astronomi dibutuhkan oleh nenek moyang Indonesia baik oleh nelayan maupun petani. Nelayan membutuhkan kompas untuk pelayaran ditengah lautan. Dengan mengetahui posisi bintang mereka bisa menentukan arah berangkat dan arah pulang dalam mencari ikan. Sementara, petani menggunakan ilmu perbintangan untuk menentukan masa tanam padi. 
4. Pengaturan masyarakat dengan system adat. Adat menjadi nilai dan norma yang menjadi pedoman dalam mengatur hhubungan social didalam masyarakat sehingga terbentuk masyarakat yang teratur, tertib , aman dan sejahtera. 
5. System macapat, yaitu tatakota dimana berpusat keempat arah dengan tengahnya berbentuk alun-alun. Di keempat arah ini, ada istana Raja ( pusat pemerintahan ), Mesjid, Pasar, markas tentara dan penjara. 
6. Seni wayang. Seni pewayangan merupakan seni hiburan masyarakat yang menceritakan kehidupan nenekmoyang mereka dengan segala kelebihan dan keahlian mereka dalam mengatasi masalah. 
7. Seni gamelan. Seni gamelan atau tetabuhan diciptakan untuk mengiringi seni pewayangan dan seni tari.
8. Seni batik , seni batik meruapakan keterampilan menghias kain / pakaian yang mereka buat dari kulit kayu dengan pewarna alami.
9. Seni membuat barang dari logam. Seni ini didasari pengetahuan mereka tentang bahan-bahan logam, teknik pembuatannya hingga seni menghiasnya. 
10. Berdagang. Kemampuan berdagang diawali dengan cara barter sebelum mereka mengenal alat tukar uang. 

 Sementara itu dibidang social budaya, manusia pra sejarah Indonesia mewarisi nilai – nilai budaya : 1. Budaya Gotong royong, budaya gotong royong dalam mengerjakan sesuatu seperti saat membangun rumah, jembatan, jalan, dalam memakamkan anggota kelompok yang meninggal, membersihkan lingkungan, semua anggota kelompok tanpa diminta akan membantu dengan sekuat tenaga, pikiran, kekayaan yang mereka miliki, Mereka saling bergantian untuk membantu dan bergotong royong. merupakan warisan luar biasa dibidang akhlak social. 
2. Nilai keadilan, nilai dan norma adat masyarakat pra sejarah sangat menjunjung keadilan bagi semua orang. Tidak ada yang didiskriminasikan, semua diakui dan dihargai dan diperlakukan sama satu dengan lainnya. Keadilan menjadi ikatan penguat kebersamaan mereka. 
3. Nilai musyawarah. Manusia pra sejarah Indonesia selalu bermusyawarah untuk mencari jalan terbaik, keputusan terbaik , keoutusan bersama dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi masyarakatnya didalam kehidupan mereka dalam bermasyarakat. Mereka menyingkirkan ego masing-masing untuk kebaikan bersama. Setiap keputusan bersama menjadi milik bersama, akibatnyapun ditanggung bersama dan ditaati oleh semua. 
4. Nilai religious. Nilai religious muncul karena mereka mempercayai adanya kekuatan luar biasa diluar kemampuan nalar mereka (manusia purba) yang mereka sebut sebagai “ Dewa “ “ Yang Maha Widi “ “Yang Maha Kuasa “ yang membuat mereka takut dan mentaati pola hidup yang mengedepankan kesalehan pribadi dan social dalam bermasyarakat dengan dasar pemujaan terhadap Tuhan pencipta alam semesta. Sehingga, perilaku mereka menjadi perilaku yang mentaati nilai-nilai hidup sebagai hamba Tuhan.

Sunday, September 4, 2016

Sejarah Indonesia: Perdagangan bangsa Arab

Learning Indonesian history for all people
Sejarah Indonesia: Perdagangan Bangsa Arab
Para pedagang Arab Yaman pada masa lalu merupakan para pedagang perantara.  Mereka menjadi pedagang perantara antara para pedagang India dengan para pedagang Eropa.  Sehingga, pedagang India dan Eropa tidak saling bertemu, tetapi barang dari India terdapat dipasar-pasar Eropa dan barang-barang Eropa terdapat dipasar India.
Berbagai barang dagangan dari India beredar di wilayah Tartar, Persia, Mesir dibawa dan dijual para pedagang Arab juga dipasarkan ke kota-kota pelabuhan pantai dilaut tengah.
Daya jelajah para pedagang Arab menembus  wilayah bangsa Tartar, pedalaman bangsa Rusia, Tiongkok , pedalaman nusantara, pedalaman benua Afrika sebenarnya telah ada sejak zaman kerjaan Babilonia, Assyiria, dan Persia.
Seorang pedagang Arab bernama Sulaeman bahkan menuliskan kisah perjalanan bisnisnya ke Tiongkok pada tahun 851 masehi dan kisahnya dibukukan dan diterbitkan di Perancis.  Penerbitan buku tentang Tiongkok membuat bangsa Eropa mengenal negeri Tiongkok dan budayanya.
Meluasnya area perdagangan bangsaArab tak lepas dari banyaknya bangsa Arab bermigrasi keberbagai daerah pantai sepanjang wilayah pantai timur benua Afrika hingga Zanzibar, di Asia mulai dari sepanjang pantai Persia hingga ke India, Kota Guzarat bahkan dijadikan sebagai pusat bisnis para pedagang Arab dari Oman, Hadramaut, dan Teluk Persia.  Harus dicatat disini, para pedagang Arab menjadikan kota Hadramaut di Yaman sebagai kota transit barang-barang dari Timur jauh sebelum dibawa ke Mesir yang dikuasai bangsa Romawi ( Italia ).
Disisi lain, para pedagang Arabpun banyak yang bermukim diberbagai pelabuhan kepulauan nusantara, pelabuhan Tjampa ( Kamboja ), Kuching ( Sarawak Malaysia ), Brunei, Sulu dan Mindanao ( Pilipina ), Maluku hingga Fak Fak, migrasi mereka banyak terjadi  setelah terjadi konflik politik antara Khalifah Ali Bin Abi Tholib dengan Keluarga besar Muawwiyah yang keturunan keluarga besar  Ummayyah. Kekalahan keluarga Ali bin Abi Tholib membuat mereka lari dari kejaran dinasti Ummayyah dan mereka banyak menetap di Sila ( Sulawesi )  Di daratan Tiongkok banyak tinggal para pedagang Arab, termasuk sahabat Nabi Muhammad saw.
Sumber :

1.      Sajed Alwi b Thahir Al Hadad.  Sejarah perkembangan Islam di Timur Jauh.  Kerajaan Johor, Malaya. Di Indonesia diterbitkan oleh Almaktab Addaimi tahun 1957

Sejarah Indonesia : Kerajaan Majapahit

Learning Indonesian history for all people KerajaanMajapahit didirikan oleh Raden Wijaya yang merupakan keturunan Ken Arok – Ken Dedes.  ...