google-site-verification: google3c34ba0c8e620119.html,Submit Site to Yahoo SEJARAH CIKAMPEK 2

mau kaya , pelajari aja 1

Wednesday, March 25, 2015

Kerajaan Goa Tallo

Learning history for senior high schools


Agama Islam menyebar luas dikepulauan Nusantara dan meninggalkan jejak tidak hanya dalam bentuk bangunan Mesjid dan perkampungan kaum muslimin, tetapi juga dalam bentuk kerajaan-kerajaan Islam ( Kesultanan ), demikian yang terjadi di Sulawesi, meninggalkan jejak sebuah Kerajaan Islam terkenal, Goa Tallo.
Kebedaan Kerajaan Goa Tallo ini bersumber  dari  berita  tertulis  Tome Pires dimana dia mendeskripsikan  keberadaan  kerajaan Goa Tallo.  Tome Pires selama perjalanannya ke wialayah Asia banyak bertemu dengan para pelaut nusantara dank arena itu ia banyak mengumpulkan informasi yang ditulis dalam deskripsi perjalanannya.

Dari catatan Tome Pires  , kerajaan Goa Tallo digambarkan sebagai negeri yang kaya akan beras putih dan juga bahan-bahan makanan lainnya, banyak daging dan juga banyak kapur barus hitam. Mereka memasok barang dagangan dari luar, antara lain jenis pakaian dari Cambay, Bengal, dan Keling. Penduduknya  menjalin hubungan dagang dengan  jaringan perdagangan dari Cina  dan berdagang barang-barang berupa keramik.  Adanya keramik yang diimpor  dapat dibuktikan dengan banyaknya temuan keramik dari masa Dinasti Sung dan Ming dari daerah Sulawesi Selatan.
Islamisasi Kerajaan Gowa Tallo,  dimulai sejak pertengahan abad ke-16 melalui perdagangan dengan negeri-negeri Melayu sampai kepulauan Malaka. Sejak kerajaan Gowa-Tallo resmi tahun 1605 M, Gowa meluaskan pengaruh politiknya agar kerajaan-kerajaan lainnya juga masuk Islam dan tunduk kepada kerajaan Gowa-Tallo antara lain Wajo tanggal 10 Mei 1610 dan Bone tanggal 23 November 1611 .

Prof. DR. Ahmad M. Swang, M.A ( 2005; 80 ) dan  H.J. de Graaf. pelaku islamisasi di Asia Tenggara melalui tiga metode yaitu: oleh para pedagang muslim dalam proses perdagangan yang damai, oleh para dai dan orang suci (wali) yang datang dari India atau Arab yang sengaja bertujuan mengislamkan orang-orang kafir dan meningkatkan pengetahuan mereka yang telah beriman, dan terakhir dengan kekerasan dan memaklumkan perang terhadap negara-negara penyembah berhala.

Pengislaman penduduk dan Raja Goa tallo diawali oleh para pedagang Melayu yang  mengundang tiga orang Muballigh dari Koto Tangah (Kota Tengah 2) Minangkabau agar datang di Makassar mengislamkan elit Kerajaan Gowa-Tallo. yaitu:

1.                  Abdul Makmur, Khatib Tunggal, yang lebih populer dengan nama Datuk ri Bandang.
2.                  Sulaiman, Khatib Sulung, yang lebih populer dengan nama Datuk Patimang.
3.                  Abdul Jawad, Khatib Bungsu, yang lebih dikenal dengan nama Datuk ri Tiro.
Ketiga ulama tersebut yang berasal dari Kota Tengah Minangkabau, menurut sumber yang ditulis oleh Sultan Aceh dan Sultan Johor untuk mengembangkan dan menyiarkan agama Islam di Sulawesi selatan.  

Pengislaman kerajaan Goa Tallo tidak lepas dari maraknya kristenisasi oleh Portugis  . Upaya pengislaman disamping dilakukan oleh ketiga Ulama dari Minangkabau juga dilakukan oleh penduduk Melayu yang telah menetap di Sulawesi , setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugis

Hubungan baik antara pendatang Melayu dengan penduduk setempat, menyebabkan mereka mendapatkan tempat istimewa di hati raja.  Raja Gowa berikutnya, yaitu Tonijallo (1565-1590) membangunkan tempat ibadah, sebuah masjid, di tempat pemukiman orang-orang Melayu, di Mangallekana.
Pemberian fasilitas masjid menandakan bahwa raja memberikan perhatian kepada para pedagang muslim. Di pihak lain, para pedagang muslim berusaha memelihara hubungan baik itu dengan kerajaan yang dapat dilihat dari kontribusi yang diberikan oleh para pedagang Melayu terhadap pembinaan kerajaan.

Masuknya VOC kekawasan Nusantara, apalagi setelah merebut kepulauan Maluku dari para pedagang Portuigis membuat VOC mengincar perdagangan di kerajaan Goa Tallo yang memang sangat ramai.

Namun, politik ekonomi yang serakah dari VOC membuat kerajaan Goa Tallo menolak upaya- upaya VOC, karena itu maka VOC menggunakan cara memerangi kerajaan Goa Tallo dengan bersekutu dengan kerajaan Bone yang sejak sebelum Islam tidak mau masuk Islam dan tidak mau dibawah kerajaan Goa Tallo. 

Kekurangan persenjataan modern, strategi perang yang masih kuno, pasukan yang tidak terlatih membuat pasukan dari kerajaan Goa Tallo tidak bisa membendung gempuran pasukan dan senjata  modern VOC.  Kerajaan Goa Tallopun akhirnya menyerah.

Sunday, March 22, 2015

Penjajahan Jepang di Indonesia

Learning history for senior high schools

Indonesia dalam penjajahan Jepang
Restorasi  yang dilakukan  Tenno Meiji , semangat bushido yang dialihkan kedalam ketekunan belajar, ketekunan mempelajari ilmu dan teknologi bangsa- bangsa Eropa telah mengubah Jepang menjadi bangsa modern, sehingga pada 1900 negara Jepang sejajar dengan kemajuan ekonomi, ilmu dan teknologi bangsa – bangsa Eropa.
Namun, Jepang menghadapi kendala,  pertama yaitu munculnya penolakan Negara – Negara barat terhadap imigran dari Jepang, kedua, harga produk – produk industry Jepang lebih mahal di banding harga buatan Negara – Negara Eropa, ketiga, produk Jepang dikenakan bea masuk yang tinggi, keempat, Jepang tak memiliki tanah jajahan , sehingga Jepang tidak memiliki sumber bahan baku dan pasar bagi industrinya .
Disisi lain, kehidupan politik domestic Jepang diwarnai dengan makin dominannya kaum militer dalam menentukan arah politik  dan kebijakan politik Jepang.  Dan kaum militer Jepang ini memiliki jiwa ekspansionis atau jiwa ultransionalis. Tidak takut dengan bangsa asing, siap bersaing dengan bangsa asing dan siap mengorbankan jiwa raga untuk Negara.

Karena itu, Jepang berusaha menjajah wilayah perbatasannya, Korea, namun, wilayah Korea dianggap wilayah kekuasaan bangsa China, karena itu China marah  dan mengirimkan tentaranya ke Korea, tetapi dalam perang tentara dinasti Manchu yang tidak terlatih dalam perang dengan persenjataan modern, mengalami kekalahan dan terpaksa menandatangi perjanjian Shimonosaki. 
Namun wilayah Korea bukan wilayah yang kaya dengan bahan tambang atau berpenduduk padat, tetapi wilayah miskin dan gersang.  Karena itu Jepang berusaha menguasai wilayah Manchuria,  tetapi wilayah Manchuria juga diinginkan oleh Rusia, karena itu timbullah perang Rusia – Jepang pada tahun 1905, tetapi Rusia mengalami kekalahan.  Dan jepang menjajah wilayah Manchuria serta mengangkat Kaisar Pu Yi sebagai pemimpin boneka  Jepang.
Jepang yang kuat secara militer dan industry berusaha menguasai China utara, tetapi Jepang harus menghadapi perlawanan dari tentara baru China dan tentara komunis China.
Sulitnya menguasai wilayah China, membuat Jepang mengalihkan penjajahan ke wilayah Asia tenggara yang dikuasai dan dijajah  Negara – Negara Eropa dan secara militer relative lemah serta tidak didukung oleh penduduk pribuminya. 
Kekuatan militer Jepang tidak bisa ditandingi oleh tentara colonial Inggris, Perancis maupun Belanda, sehingga wilayah Asia Tenggara dapat dikuasai dalam waktu yang cepat. Termasuk di Indonesia, pasukan Belanda tak berdaya menghadapi pasukan Jepang sehingga Jendral Ter Poorten menyerah tanpa syarat di kalijati ,Subang.
Penjajahan Jepang di Indonesia
Setelah menguasai wilayah Indonesia dari kekuasaan Belanda, politik Jepang adalah mencari dukungan dari masyarakat Indonesia.  Karena itu dibentuk gerakan kampanye 3 A yang isinya Jepang cahaya Asia, Jepang  Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia yang dipimpin Mr. Syamsudin.  Tetapi gerakan ini gagal, karena Mr. Sjamsudin tidak dikenal oleh banyak lapisan masyarakat Indonesia, termasuk dikalangan aktivis politik kemerdekaan Indonesia.
Jepang kemudian membentuk gerakan Pusat Tenaga Rakyat dengan pemimpinnya tokoh terkenal Indonesia, yaitu Ir Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, K.H. Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara.  Namun, gerakan PUTERA ini dimanfaatkan para tokoh Indonesia untuk mematangkan persiapan kemerdekaan Indonesia, terutama membangkitkan nasionalisme Indonesia dikalangan rakyat pribumi.
Penjajahan Jepang di Indonesia
Politik Jepang mencari simpati dan dukungan dari rakyat Indonesia, tetapi, Jepang membentuk polisi rahasia, Kompetei, yang kejam terhadap rakyat.  Juga upaya Jepang melakukan Romusya dan penarikan hasil panen para petani dan juga abanyak wanita Indonesia dijadikan Jugun Ianfu atau pelayan nafsu sex tentara Jepang.  Sehingga, yang terjadi kebencian yang kian menguat dikalangan rakyat terhadap Jepang dan menguatnya nasionalisme dikalangan rakyat.
Dimedan perang Jepang sejak tahun 1943 banyak menerima kekalahan.  Karena itu, Jepang berusaha memperbesar pasukan cadangan dari pemuda pribumi Indonesia.  Maka dibentuklah Heiho, Giyugun, Peta, Seinendan, Pujinkai, Keibodan.  Para pemuda Indonesiapun memasuki lembaga- lemaba militer Jepang ini, bukan untuk mengabdi kepada Jepang tetapi untuk mempersiapkan diri bila Negara Indoinesia membutuhkan keahlian mereka.
Untuk menarik simpati ummat Islam, dan anti barat, maka Jepang mengijinkan didirikan Majlis Islam A’la Indonesia ( MIAI ), namun perkembangannya yang pesat,dan semangat keislamannya yang kuat, membuat Jepang takut akhirnya dibubarkan dan sebagai gantinya dibentuk Majlis Syuro Muslimin Indonesia.
Penjajahan Jepang di Indonesia
Dimedan perang Jepang kian tak berdaya menghadapi sekutu,  karena Jepang mengharapkan dukungan dari rakyat Indonesia  dan karena itu, Perdana Mentri Koiso menjanjikan kepada bangsa Indonesia akan diberi kemerdekaan kelak dikemudian hari.  Namun, para tokoh Indonesia,  meminta bukti janji Jepang,  karena itu Jepang mengijinkan dibentuknya dokuritsu junbi coo sakai atau Badan Penyelidik usaha – usaha persiapan kemerdekaan Indonesia  ( BPUPKI ) yang bertugas menyiapkan :

1.      Falsafah Negara Indonesia merdeka
2.      UUD
3.      Sistem ekonomi
4.      Sistem Pertahanan
Hasil kerja BPUPKI adalah :
1.      Falsafah Negara : Pancasila
2.      UUD 1945
3.      Sistem ekonomi Kooperasi
4.      Sistem Hankamrata
Demikian  politik pendudukan Jepang di Indonesia