Monday, April 18, 2016

Sejarah Indonesia : Perang Indonesia - Belanda pasca Proklamasi

Learning Indonesian

Perang Indonesia - Belanda
Arsitek penjajahan kembali Indonesia, Van Der Plas , menginginkan Belanda dapat menguasai kembali tanah jajahannya dan dapat mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia untuk membantu membiayai pembangunan negera Belanda yang hancur akibat perang dunia ke II.  Dengan segala cara pemerintah Belanda memasukan pasukan militernya untuk menegakan pemerintahan colonial Belanda pasca perang dunia ke 2.
Pasukan NICA yang masuk dan menyamar sebagai pasukan Inggris , berusaha menduduki kantor-kantor pemerintah yang dikuasai pasukan BKR dan Laskar.  Pasukan NICA juga berusaha menguasai kawasan-kawasan industry dan perkebunan serta pusat-pusat ekonomi dan pemerintahan di berbagai daerah di Indonesia dengan membangun kerjasama dengan pasukan Poh an ti ( pasukan yang terdiri dari orang-orang China ) dan para loyalis Belanda.  Kondisi inilah yang mengharuskan pemerintah Indonesia memberikan jawaban dalam bentuk strategi  militer dan diplomasi .

Strategi pemerintah Indonesia menghadapi tentara dan pemerintahan Belanda , adalah :
1.      Strategi Militer
Jendral Soedirman memerintahkan semua kekuatan Ri baik TNI maupun laskar keluar dari Kota-kota dan membangun basis pertahanan dipedesaan dan setiap malam melakukan serangan gerilya ke markas dan pos-pos militer Belanda secara teratur.  Strategi ini ditempuh karena Bangsa Indonesia kekurangan persenjataan dan untuk menguras kekuatan
militer Belanda dalam jangka panjang. Perang digunakan untuk memberi tekanan psikologis kepada penguasa militer dan sipil Belanda  dan menjadi alat agar perjuangan diplomasi yang dilakukan pemerintah mencapai tujuan.
Arsitek perang Gerilya Modern Indonesia

Strategi lainnya adalah :
1.      Menguasai daerah pedesaan, perkebunan untuk mematikan ekonomi Belanda
2.      Menyelundupkan berbagai  barang ke Singapore dan Malaysia untuk dibelikan senjata dan obat-obatan
3.      Menasionalisasi de Javasche Bank untuk mematikan sumber keuangan Belanda
4.      Strategi  Diplomasi
history for all people

Tuesday, April 12, 2016

Sejarah Indonesia:Jejak tulisan dalam tradisi Indonesia

Learning Indonesian history for all people
Sebelum abad ke 4 masehi, bangsa Indonesia belum mengenal hurup dan tulisan. Mereka berkomunikasi secara lisan.  Mereka mewariskan masa lalu dan masa kininya melalui cerita lisan, melalui dongeng, melalui cerita-cerita legenda, melalui adat tradisi.
Masuknya agama Hindu dan Budha dari India mengenalkan hurup pallawa dan bahasa Sangsekerta.  Sehingga , orang Indonesia sejak abad ke 4 mulai bisa membaca dan menulis hurup Pallawa dan bahasa Sangsekerta, terbukti dengan ditemukannya Yupa di kerajaan Kutai pada tahun 400 masehi atau prasasti di kerajaan Tarumanegara seperti pada prasasti :
1.    Ciareuteun
2.    Kebon kopi
3.    Jambu
4.    Pasir awi
5.    Tugu
6.    Muara Cianten
7.    Cidanghiang
Kemampuan menulis dan membaca dengan hurp Pallawa dan bahasa Sangsekerta, mendorong orang Indonesia mengembangkan kesusastraan seperti yang ditemukan di Bali ditemukan karya sastra yang ditulis pada daun lontar dan dapat menceritakan kejadian dimasanya seperti yang ada pada zaman Mataram, pada masa Mataram kuno cerita Ramayana ( Ramayana Kakawin yang diperkirakan disusun pertengan abad IX atau awal abad X masehi atau semasa pemerintahan Rakai Watukura Dyah Balitung) dan Mahabarata disadur kedalam Jawa Kuno,  Sriwijaya, Kediri. Pada zaman Kerajaan Kahuripan pada masa Raja  Airlangga berkuasa dikarang karya sastra Arjuna Wiwaha oleh Mpu Kanwa dalam bahasa Jawa Kuno pada tahun 1028 masehi, kemudian kitab sastra Kresnayana oleh Mpu Triguna.
Dizaman kerajaan Kediri, pada zaman Raja Jayabaya Pu Sedah dan Mpu Panuluh menggubah kitab Mahabarata. Mpu Panuluh juga menggubah kitab Hariwangsa dan kitab Gatotgacasraya. Pada masa pemerintahan Kameswara, Mpu Darmaja mengubah kitab Smaradahana.
Di zaman Majapahit dibuat kitab Negarakertagama, Sutasoma, Arjunawijaya, Kutaramanawa, Pararaton, Sundayana, Carita Parahyangan.


Friday, April 8, 2016

Sejarah Indonesia: Perjanjian Linggarjati

Learning Indonesian history for all people 1.Mengadakan Perjanjian Linggarjati Belanda ingin kembali menjajah 100 % wilayah Indonesia karena itu diperjuangkan melalui pengerahan tentara dan berdiplomasi dan politik memecah belah bangsa Indonesia. Sebaliknya, bangsa Indonesia ingin merdeka 100 % dengan wilayah seperti yang pernah dijajah Belanda. Namun, Belanda tak dapat menguasai wilayah pedesaan Indonesia. Belanda hanya berkuasa dikota, itupun bila malam hari sering mendapat serangan gerilya dari pasukan TRI dan lascar, taktik ini dirancang oleh Jendral Soedirman dan memaksa Belanda untuk terlibat perang dalam jangka panjang yang akan menguras psikologi tentaranya dan menguras ekonomi Belanda. TRI juga hanya bisa menguasai wilayah pedesaan dan tidak mau memaksakan untuk merebut pusat-pusat pemerintahan dengan pasukan besar. Kondisi ini memaksa RI dan Belanda untuk berunding. Perundingan ini ditengahi oleh Duta Besar Inggris. Lord Killearn. Perundingan diawali oleh gencatan senjata, antara panglima pasukan NICA dengan Jendral Soedirman di Jakarta. Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir dan pihak Belanda diwakili Prof. Schermerhorn. Hasilnya perundingannya : 1. Pengakuan kemerdekaan de facto wilayah Sumatera, Jawa dan Madura 2. Pembentukan Republik Indonesia Serikat 3. Pembentukan Uni Indonesia – Belanda dengan kepala negaranya Ratu Belanda 4. Pembentukan RIS dan Uni Indonesia Belanda sebelum 1 januari 1946 Perundingan ini ditandatangani tanggal 15 Nopember 1946