Sunday, June 12, 2016

Sejarah Indonesia : Perang Dingin

Learning Indonesian history for all people
Latar belakang 
Awal perang dingin dimulai dari pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin, yang menganggap Uni Soviet sebagai sebuah "kepulauan sosialis", menyatakan bahwa Uni Soviet harus memandang "dominasi kapitalis saat ini harus digantikan oleh dominasi sosialis." Pada awal 1925, Stalin menyatakan bahwa ia memandang politik internasional sebagai sebuah dunia bipolar di mana Uni Soviet akan menarik negara-negara lainnya ke arah sosialisme dan negara-negara kapitalis juga akan menarik negara-negara lain ke arah kapitalisme, sementara dunia sedang berada dalam periode "stabilisasi sementara kapitalisme" menjelang keruntuhannya.

     

Latar belakang Perang Dingin :
1.      Runtuhnya Perancis, Inggris sebagai superpower dunia
2.      Timbulnya 2 negara super power setelah perang dunia II
3.      Pesaingan ideology antara 2 super power AS dan US
     

Penyebab  Perang Dingin :
1.      Ada dukungan dari Barat terhadap gerakan Putih anti-Bolshevik dalam Perang Saudara Rusia
2.      Pemberian dana oleh Uni Soviet kepada pekerja pemberontak Britania pada tahun 1926
3.      Persaingan Ideologi antar Amerika Serikat dengan blok baratnya dengan Uni Sovyet dengan blok Timur yang dipimpinnya.
4.      filosofi  Partai Bolshevik yang dibentuk untuk menentang kapitalisme
5.      Perebutan wilayah  ( geopolitik ) antara Blok barat dengan blok Timur
6.      Perlombaan Teknologi senjata strategis dan nuklir
7.      Timbulnya system aliansi Fakta NATO dengan Fakta Warsawa
8.      Kegiatan spionase yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap semua Negara komunis melalui CIA dan spionase yang dilakukan Uni Sovyet terhadap Negara-negara barat dan sekutunya melalui KGB dan pengikut komunis setempat.

 Bentuk  Perang  Dingin
1.      Ketegangan politik antara 2 super power
2.      Perlombaan senjata
3.      Saling curiga dan saling memata-matai pihak lawannya
4.      Perang dinegara ketiga untuk mendukung golongan yang berfihak kepada kedua superpower sersebut.

Akibat perangdingin :
1.      Dunia dilanda kekhawatiran terjadinya perang nuklir dan perang konvensional
2.      Banyaknya korban jiwa akibat perang saudara yang didukung kedua Negara superpower
3.      Banyaknya korban cacat dan trauma akibat perang dingin dinegara mereka


Thursday, June 9, 2016

Sejarah Indonesia: Revolusi Hijau

Learning Indonesian history for all people
Pengertian Revolusi Hijau :  revolusi produksi biji-bijian hasil penemuan ilmiah untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia.
Latar belakangnya : jumlah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat sementara persediaan makanan tetap bahkan terancam berkurang.
Tujuan : tersedianya bahan makanan yang mencukupi bagi pemenuhan kebutuhan makanan umat manusia yang terus bertambah.
Bentuk revolusi hijau  di Indonesia ( Panca Usaha Pertanian ):
1.            Penggunaan bibit unggul
2.            Mekanisasi pertanian
3.            Penggunaan pupuk kimia
4.            Suplai air irigasi yang lancer
5.            Pengolahan yang intensif
Model penerapan revolusi hijau :
Intensifikasi pertanian  : Peningkatan produksi hasil pertanian dengan cara panca usaha tani
Ekstensifikasi pertanian : Peningkatan produksi hasil pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian.
Diversifikasi pertanian : Penganekaragaman bahan makanan

Panca Usaha Peternakan :
1. Penyedian kredit untuk pembelian bibit ternak
2.Penyediaan makanan ternak bergizi
3.Penyediaan obat-obatan kimia
4.Bimbingan pengelolaan
5.Melakukan pemasaran hasil

Disamping usaha diatas dilakukan kebijakan impor bibit ternak yang disebarkan didaerah transmigran

Kebijakan Pemerintah dibidang perikanan dalam rangka implementasi revolusi hijau adalah :
1.Penyediaan bibit unggul
2.Pemberian makanan bergizi
3.Penciptaan ekologi kolam yang sesuai habitat asli ikan
4.Meningkatkan ekspor
5.Penambahan alat tangkap ikan modern
6.Motorisasi kapal – kapal nelayan
7.Perluasan lahan perikanan
8.Rehabilitasi dan pembangunan pelabuhan-pelabuhan baru
10.Penambahan cold storage di setiap pelabuhan ikan dan pelabuhan ekspor
11.Pembentukan Pola inti Rakyat

Kebijakan Pemerintah di bidang perkebunan :
1. Rehabilitasi perkebunan dan pabrik-pabriknya
2.Pereamajaan tanaman
3.Intensifikasi pengolahan lahan
4.Penggunaan teknologi terkini
5.Pengembangan agroindustri dengan melibatkan dunia usaha
6.Diversifikasi tanaman